Yak, hari ini ada kelas pengganti di jam 8. Karena udah lama nggak kelas pagi, jadi aku agak susah menyesuaikan waktu tidur. Badan udah rebahan dan mata udah merem dari jam 12an, tapi apa daya, otak nggak mau shutdown. Jadinya pagi-pagi saya dibangunin Kai dalam keadaan ngawang dan ketebalan kantong mata yang mengalahkan kantong mata SBY. Bagian bawah mata kembali jadi gelap karena kurang tidur. Ditambah lagi harus bawa mobil. Which is sebuah keajaiban juga aku bisa nyetir tanpa SIM, terkantuk-kantuk, tanpa kena tilang. #janganDitiru

Yaah, seperti kelas pagi kebanyakan, anak-anak yang datang ke kelas kantong matanya nggak kalah tebal dengan kantong mataku. Matanya sayu semua dan pakai jaket karena dinginnya hujan, which is nice.. if my class has a big-ass mattress to sleep on.

Karena mata sama alis udah nggak bisa dibedain, salah satu temanku ditegur karena kelihatan ngantuk banget. Padahal dia Chinese.. matanya emang nggak beda jauh dengan alisnya. Mau disuruh melek selebar apapun, matanya bakal tetap selebar itu. #racistKyleIsRacist

Anyway, pas ditegur, terjadilah sebuah percakapan antara beliau dengan teman sekelasku:

Dosen:Heh, kamu ngantuk?

Dia:Hah? Nggak, Bu.

Dosen:Jangan ngantuk, ya. Kamu ngerokok, nggak?

Dia:Nggak, Bu.

Dosen:Kenapa nggak ngerokok? Ngerokok, dong!

Satu kelas:*ngakak*

Dosen:Kamu pernah ngerokok?

Dia:Nggak, Bu.

Dosen:Kenapa nggak pernah?

Dia:Pahit, Bu, rasanya..

Dosen:Loh, kok tau? Berarti pernah nyoba ngerokok, dong?

Dia:

Percakapan random ini berlangsung selama kurang lebih 30 detik sampai akhirnya aku menangkap sebuah kalimat keren dari Si Ibu Dosen: “Kamu hidup jangan tau baiknya aja. Kamu harus tau neraka-nya. Begitu mati kamu masuk surga, tapi kamu tau neraka. Bukan masuk neraka loh, ya..“. Dan aku sempat terdiam sebentar mendengarnya. Kata-kata itu kurekam di dalam otakku dan kucatat sebagai ide blog hari ini.

Ya, akhirnya aku mendapatkan jawaban yang pas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terlontar di kepalaku. Sebagai manusia, jangan hidup hanya mengetahui kebaikan.. tetapi juga keburukan. Nggak usah sampai terjerumus. Cukup mengetaui bahwa di dunia ini memiliki keburukan yang berujung neraka. Kenapa? Karena hidup hanya mengetahui tentang kebaikan tidak bisa disebut ‘hidup yang baik‘.

.

Kebanyakan orang yang kutau hanya mengenal kebaikan saja atau keburukan saja. Orang-orang berbuat kebaikan demi mengejar surga. Sementara orang-orang berbuat keburukan demi mengejar dunia. Orang yang berbuat baik setiap waktu, kebanyakan yang kutemui, tidak mengetahui tentang keberadaan neraka. Entah bagaimana, aku merasa mereka seperti menutup mata dan menjauhi apapun yang berhubungan dengan neraka.

Di antara kedua kelompok manusia ini, kebanyakan aku berteman dengan kelompok yang hanya mengenal kebaikan saja. Di mana di dunia mereka hanya mengenal hal-hal positif tentang hidup tanpa mau tau tentang keberadaan hal-hal negatif (atau biasa kusebut sebagai Kegelapan Dunia #tsah!). Ketika aku membawakan topik tentang kegelapan dunia, kebanyakan dari mereka bersikap resistif atau menolak dengan gaya mereka masing-masing; seperti menunjukkan ekspresi jijik, cemberut, dll.

Melihat hal-hal positif di dunia memang bagus. Hal ini memicu kita untuk berbuat hal positif yang biasa orang sebut dengan ‘kebaikan’. Tapi, aku kurang setuju atau kurang suka dengan orang-orang yang hanya mengenal dunia satu sisi. Di mana mereka hanya mengenal kebaikan atau keburukan saja. Kenapa? Karena dengan berada pada satu sisi saja, maka mereka akan menciptakan suatu blind spot untuk dirinya sendiri. Mereka akan menjadi orang-orang yang berpikiran sempit.

.

Mereka yang hanya mengenal dunia satu sisi, menurutku, cenderung memiliki hidup yang monoton dan pendapat yang subjektif. Kebanyakan teman yang seperti itu memang memiliki pendapat yang subjektif, hidup yang begitu-begitu saja, dan memiliki solusi atau ide yang kurang bervariatif. Sehingga, setiap aku berbicara dengan mereka, aku lebih cepat bosan dan cenderung nggak menemukan jalan keluar dari suatu masalah ketika berdiskusi.

Berbeda dengan temanku yang memang mengenal dunia dua sisi. Karena mereka mengenal dunia ‘baik’ dan ‘buruk’, mereka jadi jauh lebih mudah untuk mengutak-atik sudut pandang mereka. Sehingga pendapat mereka pun lebih objektif dan mampu memberikan solusi atau ide yang lebih bervariatif.

Bahasa gampangnya, balance..

Ambil contoh Alm. Uje. Siapa yang nggak tau cerita Alm. Uje? Siapa yang nggak tau kehidupan lain dari Alm. Uje?Β Aku mengenal Alm. Uje sebagai pribadi yang keren, nyentrik, dan sangat berpikiran terbuka. Sebelum menjadi ustad, beliau pernah menjadi preman (kalau nggak salah). Setelah itu beliau tobat dan menjalani sisa hidupnya sebagai ustad atau seorang pengemuka agama. Di sisa hidupnya, Alm. Uje menjadi orang yang disenangi dan disayangi berbagai jenis manusia karena beliau mudah berbaur dengan ‘manusia baik’ dan ‘manusia buruk’.

Meskipun beliau tobat, beliau tidak menutup mata tentang keberadaan ‘dunia yang berujung neraka‘. Beliau tetap mengakui keberadaan dunia tersebut dan tidak bersikap resistif. Sehingga tindak-tanduk yang beliau ciptakan tidak menyinggung orang lain.

.

Intinya, kenapa aku tertarik membawakan tema seperti ini adalah karena, bagiku, hidup dengan mengenal satu sisi dunia bukanlah suatu kebanggaan. Untuk mencapai surga, kita memang wajib melakukan kebaikan.. dan itu pula perintah Tuhan di kitab suci agama manapun. Tetapi, selain mengajarkan tentang surga, Tuhan juga mengajarkan tentang neraka. Karena, jika kita ingin menempati salah satunya (surga atau neraka), kita harus terlebih dahulu mengenali keduanya.

Kita tidak perlu terjerumus ke dalam neraka.. kita hanya perlu mengetahui. Karena, bagaimanapun juga, dunia tetap seperti koin yang memiliki dua sisi; baik dan buruk.

Ciao!

10 thoughts on “Katanya, Ketahuilah Neraka Untuk Masuk Surga…

  1. hi.. hallo πŸ™‚
    gatau kenapa gw bisa nyampe di blog lo. tp bukan krn keyword gigolo sama sexnya looh gw bs ada disini..haha..
    well, emg gw lg stalking2 ga ada kerjaan. Googling2 ga jelas and finally i’m here reading ur blog #curcol.
    Baca tulisan2 lo udh kaya baca cerita fiksi di novel.. Haha.. Maap. Gw jd kebawa aja sm cerita2 lo, cerita2 ttg kai, and everthing u wrote. dan gw jg jd tau satu sisi kehidupan org lain #waduh.
    dan krn gw seorg kepoerss gw jd penasaran sm lo dan kai, i mean, are u really exist? Haha…
    Sempet buka twitter lo jg td, berharap aja nemu foto lo sm kai gtu dan ternyata gw harus menggambarkan sosok lo dan kai sm bayangan yg gw buat sendiri *ga jauh beda kaan sm novel?
    Anyway salam kenal…:D

    Like

    1. exist.. of course im exist. darimana tulisan2 ini bisa ada kalau saya nggak exist? hahahaha..
      baru kali ini ada yang mengomentari tulisan gue kayak tulisan fiksi. walau pada kenyataannya gue sama sekali nggak bisa nulis fiksi. :p

      nggak masang foto karena maunya orang2 fokus sama tulisan gue dan suka gue karena isi pikiran, bukan karena tampang. #berasaGantengBingid #halah (ge er dikit nggak apa lah ya)

      salam kenal~ betewe, namanya siapa?

      Like

  2. o ya, gw miftah. Btw how are u, how is kai? What u guys up to on this weekend? Haha..
    Ditunggu ya update2 ceritanya. πŸ˜€

    Like

    1. miftah? that’s a funny name.. hahaha
      im fine, kai’s fine.. the only weekend plan for me is studying for mid exam. and kai.. probably hang out with his bf.

      Like

  3. staynya di jakarta, rumahnya di bdg. Jd bolak-balik mulu jkt-bdg,bdg-jkt. Haha..
    Blm follow twitter lo nih, masih stalking2 aja.. Haha.. maap ya. Masih malu2 gwnya.
    Btw, ayo donk update lg blognya..

    Like

    1. ooh, kerja apa kuliah?
      follow aja lah.. udah comment di blog ini. hahaha

      iya.. semalem sebenernya udah mau update. cuma ketiduran habis ngerjain tugas. hehe

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s