Meet Jello, Himalayan Male Chonk

Sekitar awal tahun ini, gue mengadopsi seekor kucing berusia 8 bulan bernama Jello dari kakak ipar gue. Bisa dibilang, Jello adalah kucing pertama yang bisa membuat gue jatuh cinta sampai pengin gue adopsi dari empunya. Entah kenapa, gue seperti ada koneksi batin dengan Jello. Mungkin memang gue berjodoh dengan kucing ini ya, nggak tau juga, wkwkwk.

IMG_1901
Angelo Siganduik Sirojjudin (Jello)

Read more

Kuliah Keuangan Sederhana

Sejak gue duduk di bangku perkuliahan, entah kenapa nyokap jadi lebih sering membicarakan soal keuangan dengan gue. Mungkin, karena gue sempat kuliah di bidang keuangan; mungkin juga karena beliau tahu gue suka menabung; atau bisa juga karena gue sudah menyatakan kalau gue ingin jadi ibu rumah tangga saja setelah menikah. Bagaimanapun, menurut gue, ilmu keuangan sederhana seperti ini akan sangat berguna bagi kelangsungan hidup gue ke depannya.

Read more

Terlalu Banyak Petunjuk, Terlalu Bodoh Untuk Meraba

Disclaimer: Olrait, olrait, di postingan gue sebelumnya memang gue bilang MUNGKIN postingannya bakal agak panjang, lalu ada yang ngomel-ngomel ke gue karena ternyata pendek dan kentang (kena tanggung). Sebenarnya semalam itu kepala gue udah keburu sakit sebelum berhasil menyelesaikan tulisannya, makanya editannya pun seadanya, ditambah gue memang berniat melanjutkannya dalam judul baru karena topik pembahasannya sudah berbeda jauh dari yang postingan tersebut.

Read more

Dan Jawabannya Adalah…

Disclaimer: Pada postingan ini, gue ingin menjawab sebuah pertanyaan terbesar dalam hidup gue yang baru bisa gue jawab beberapa tahun belakangan ini. Mungkin, tulisan ini akan menjadi panjang sekali karena gue harus merangkum hidup gue dalam 3 tahun sesingkat mungkin.

Read more

Cup of Tea: Menulis Opini

Tepat sebelum tidur, gue dan Nana sampai ke satu pembahasan tentang menulis opini. Topik ini nggak tahu-tahu muncul, gue memang sempat nyinyir atas tulisan seseorang yang seharusnya menjadi tulisan opini yang layak dibaca, tapi gue menemukan banyak kecacatan di dalamnya. Selain membahas tulisannya, kami juga membahas penulisnya (alasan utama gue nyinyir, wkwk). Gue sempat menuliskan curcolan ini di side-account Twitter gue, tapi karena diskusi kami jadi menarik, gue ingin memperpanjang nyinyiran gue di sini.

Read more